Rabu, 18 April 2012

KEBAKARAN


Definisi kebakaran adalah suatu reaksi kimia suatu zat dengan okseigen yang terjadi pada suhu tertentu. Selain itu kebakaran adalah suatu peristiwa kimia yang terlihat secara fisik adanya zat terbakar dan berubah bentuk dengan menghasilkan panas dan cahaya. Api merupakan salah satu bentuk energi. Kebakaran adalah energi yang tidak terkendali

Teori Segitiga Api
Dalam bahasa sederhana ada tiga hal yang menyebabkan terjadinya kebakaran. Hal itu dinamakan segitiga Api seperti gambar dibawah ini :





Api akan terjadi apabila 3 komponen tersebut  (panas,bahan dan api) bertemu. Apabila ada satu bagian yang tidak ada maka tidak dapat timbul api. Contohnya apabila ada bahan dan panas namun tidak ada oksigen maka api tidak dapat menyala. Demikian pula bila ada bahan dan oksigen namun tidak ada panas maka juga tidak dapat menimbulkan api. Ada panas dan Oksigen pun namun tidak ada bahan yang dapat terbakar maka api juga tidak akan menyala.

Dengan mengetahui segitiga api ini maka kita juga dapat  melakukan penanganan apabila terjadi kebakaran yaitu dengan menghilangkan salah satu dari ketiga unsur tersebut. Mengapa kita harus segera memadamkan api? Karena api itu ibarat “monster” jadi harus kita bunuh saat masih kecil, apabila sudah besar maka kita sulit untuk mematikannya.

Menurut Anda berapa waktu yang dibutuhkan api yang masih kecil menjadi api yang besar dan tidak bisa dikendalikan. 1 menit,5 menit, 30 menit atau 1 jam. Dalam sebuah percobaan di sebuah ruangan, api yang berasal dari rokok menjadi tidak terkendali setelah 3-4 menit. Setelah itu api akan membakar semua benda yang ada disitu dan sulit untuk padam sampai bahan yang bisa terbakar habis.   

Klasifikasi Kebakaran
Di Indonesia, klasifikasi kebakaran mengacu pada NFPA (standar Amerika). Ada 4 macam kebakaran yaitu :
  1. Kebakaran Kelas A
Terjadi pada bahan bakar padat (kecuali logam) atau bahan bakar yang bila terbakar meninggalkan residu (abu atau arang)
Contoh : Kayu, kertas, karet, plastik, dll.
Ciri khusus :
Ø   Terdapat bara (kayu,arang,kertas)
Ø  Barang  yang sulit /tidak ada gantinya




  1. Kebakaran Kelas B
Kebakaran bahan bakar cair,grease dan gas
Contoh : gasoline, solar, karosen, methan, dll
Ciri khusus :
Ø  Tidak dapat bercampur air
Ø  Gas mengalir
Ø  Karena bereaksi dengan air

  1. Kebakaran Kelas C
Kebakaran akibat peralatan listrik atau yang dialiri listrik
Ciri khusus : Aparat listrik bertegangan  dan peralatan listrik

  1. Kebakaran Kelas D
Kebakaran bahan logam.
Contoh : magnesium, titanium, zirconium, sodium dan potasium
Ciri khusus : bertemperatur tinggi

Metoda Pemadaman Api
Ada 5 metoda dalam memadamkan api, yaitu:
  1. Mendinginkan (Cooling)
Pengendalian suhu kebakaran dengan maksud agar bahan bakar tidak cukup panas untuk mengeluarkan gas/uap yang diperlukan dalam pembakaran. Pendinginan merupakan bentuk nyata perpindahan panas, panas diserap oleh sarana pendingin (biasanya air). Dari semua pemadam, air meyerap panas per volumenya lebih banyak dari media pemadam lainnya. Selain itu air banyak tersedia dan mudah didapat.

  1. Mengurangi bahan atau mengambil bahan bakar (Starvation)
Metode ini meliputi menutup kerangan supply minyak, memompa keluar minyak yang terbakar dalam suatu tangki atau memindahkan benda yang belum terbakar. Dapat juga diselesaikan dengan pengenceran bahan cair, seperti ethyl alkohol yang larut dalam air

  1. Menutup bahan yang terbakar (Smothering)
Memadamkan kebakaran dengan pemisahan oksigen dari unsur lain yang menyebabkan kebakaran. Contoh umum adalahpemadaman kompor dengan menutupkan karung goni yang dibasahi.

  1. Mengurangi Oksigen (Dilution)
Metode ini dapat dilakukan dengan menambahkan/menyemprotkan CO2 pada ruangan yang terbakar.

  1. Memutus rantai reaksi api (Breaking Chain Reaction)
Dimana molekul yang telah dipanaskan sebelumnya dikeluarkan dari kobaran api. Bahan kima tertentu dapat memutuskan rantai api.
Bilamana diberikan kedalam kobaran api dalam jumlah tertentu, benda ini menghalangi atom dan melindungi dari kebakaran. Paling banyak digunakan adalah gas Hallon 1301 dan 1211, tetapi saat ini hallon tidak boleh digunakan lagi karena dapat merusak lapisan ozon di atmosfer.

Klasifikasi Jenis Alat Pemadam Kebakaran
  1. Karbon Dioksida (CO2)
CO2 adalah bahan kimia yang tidak merusak dengan daya pemadaman yang efektif dan bersih, mempunyai corong anti elektrostatik yang non konduktif dan sangat cocok digunakan untuk cairan yang mudah terbakar dan bahaya kebakaran yang disebabkan oleh listrik. Gas CO2 merupakan peralatan dan material yang tidak berbahaya dan cocok untuk peralatan elektronik dan peralatan kantor modern. Kelemahannya adalah dapat menimbulkan sesak nafas/gangguan pernafasan

  1. ABC Chemical Powder
Adalah serbuk kimia kering yang aman dan serbaguna untuk memedamkan semua risiko kebakaran kelas A,B,C dan D. Alat ini dibuat khusus untuk memadamkan api secara cepat yang disebabkan oleh kain, kertas, kayu, listrik maupun cairan serta gas yang mudah terbakar. Kelemahannya adalah meninggalkan bekas untuk sementara,menyebabkan sesak nafas dan mengganggu pandangan mata. Kurang cocok di tempatkan di ruang komputer dan kantin

  1. Foam (busa)
Merupakan bahan kimia yang aman dan sangat ampuh untuk memadamkan api untuk kelas A dan B. Sangat efektif untuk minyak dan cairan yang mudah terbakar dan menguap dengan cara menyelimuti area yang disemprotkan untuk menghindari api yang dapat menyala kembali. Kelemahannya adalah tidak dapat memadamkan kebakaran akibat listrik dan meninggalkan bekas busa.

  1. Halotron 1
Merupakan bahan kimia berupa gas cair yang saat ini digunakan sebagai Hallon 1211. Alat pemadam api ini bersih,efektif dan tidak meninggalkan bekas serta efektif untuk semua jenis kebakaran (A,B,C) dan tidak menghantar listrik. Kelemahannya adalah di ruang tertutup membahayakan baagi manusia (beracun) selain itu merusak lapisan ozon.